Bagi kamu yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri, TOEFL iBT minimal menjadi salah satu ketentuan yang wajib kamu pahami.
Universitas dan lembaga beasiswa internasional menggunakan sertifikat ini untuk memastikan kesiapan bahasa Inggrismu sebelum memulai perkuliahan. Karena itu, kamu perlu mengetahui batas nilai yang biasanya berlaku agar persiapanmu lebih terarah.
Mengenal TOEFL iBT Secara Singkat
TOEFL iBT (Internet-Based Test) merupakan jenis tes TOEFL yang penyelenggara internasional akui secara luas dan hampir seluruh universitas di dunia menerimanya.
Berbeda dengan TOEFL ITP yang umumnya hanya berlaku untuk keperluan domestik, sertifikat iBT mencakup empat kemampuan sekaligus, yaitu listening, reading, speaking, dan writing. Karena cakupannya lebih lengkap, banyak universitas luar negeri menjadikannya syarat wajib bagi calon mahasiswa internasional.
Ketentuan TOEFL iBT Minimal Berdasarkan Wilayah
Setiap negara dan kampus menetapkan standar yang berbeda-beda untuk TOEFL iBT minimal. Berikut gambaran umum yang sering kamu temui:
1. Universitas di kawasan Asia: skor iBT minimal 60 sampai 80
2. Universitas di Eropa: skor iBT minimal 80 sampai 95
3. Universitas di Amerika Serikat: skor iBT minimal 79 sampai 100
4. Universitas di Australia: skor iBT minimal 60 sampai 80
Kamu bisa membaca ulasan lebih rinci mengenai ketentuan skor untuk setiap jenjang pada artikel skor minimal TOEFL, sehingga kamu memiliki gambaran yang lebih lengkap sebelum mendaftar.
Ketentuan TOEFL iBT Minimal untuk Beasiswa
Selain untuk pendaftaran kuliah, lembaga beasiswa luar negeri juga sering menetapkan batas nilai tertentu.
Umumnya, penyelenggara meminta skor iBT minimal 79 untuk jenjang magister, dan beberapa program bahkan menaikkan standar hingga 100 untuk jurusan tertentu, seperti hubungan internasional atau linguistik.
Karena itu, kamu perlu mengecek langsung ketentuan resmi dari setiap penyelenggara beasiswa sebelum mendaftar.
Perbedaan Skor iBT Berdasarkan Jenjang Studi
Selain wilayah, jenjang studi juga memengaruhi batas nilai yang kampus minta. Program sarjana umumnya menetapkan skor lebih rendah dibanding program magister atau doktoral, karena tuntutan akademiknya berbeda.
Program doktoral bahkan sering meminta skor di atas 100 untuk memastikan calon mahasiswa mampu menulis disertasi dan berdiskusi secara akademik dengan lancar.
Cara Mempersiapkan Diri Menghadapi Tes
Agar kamu bisa mencapai batas nilai yang kampus tetapkan, terapkan langkah-langkah berikut:
1. Pelajari format tes secara menyeluruh, termasuk empat bagian yang diujikan
2. Latih kemampuan speaking dan writing secara rutin, karena dua bagian ini sering menjadi tantangan
3. Perbanyak kosakata akademik dengan membaca jurnal ilmiah berbahasa Inggris
4. Ikuti simulasi tes agar kamu terbiasa dengan format berbasis komputer dan tekanan waktu
5. Minta masukan dari tutor atau teman untuk mengevaluasi kemampuan speakingmu
Persiapan yang terstruktur akan membantumu mencapai target tanpa harus mengulang tes berkali-kali, sehingga kamu bisa menghemat biaya dan waktu.
Hal yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Tes
Selain berlatih, ada beberapa hal teknis yang perlu kamu perhatikan sebelum mengikuti tes:
1. Daftar tes melalui lembaga resmi yang penyelenggara ETS akui
2. Perhatikan masa berlaku sertifikat, karena kebanyakan kampus hanya menerima hasil dari dua tahun terakhir
3. Simpan salinan sertifikat dalam format digital dan fisik untuk berjaga-jaga
4. Daftar tes jauh-jauh hari agar kamu punya waktu mengulang jika hasil pertama belum mencukupi
Kesimpulan
Memahami ketentuan TOEFL iBT minimal akan membantumu mempersiapkan diri lebih matang, baik untuk kebutuhan kuliah maupun beasiswa ke luar negeri. Setiap kampus dan negara menetapkan standar yang berbeda, sehingga kamu perlu selalu mengecek ketentuan resmi sebelum mendaftar. Untuk informasi lebih lanjut seputar dunia pendidikan dan bahasa, kamu bisa mengunjungi ltigroup.id dan menemukan berbagai artikel pendukung lainnya.

